Mutiara Pagi MIN 3 Metro: Belajar Pentingnya Sholat 5 Waktu, Plus Kuis Seru


Kota Metro, MIN 3 – Sabtu (27/9/2025) pagi yang cerah terasa semakin bermakna di halaman MIN 3 Metro. Seperti biasa, kegiatan “Mutiara Pagi” digelar mulai pukul 07.15 WIB dengan penuh semangat. Kali ini acara dipandu oleh Bu Erni yang piawai menghidupkan suasana, sementara Ustadzah Musri hadir sebagai pemateri dengan tema yang sangat mendasar namun kadang sering disepelekan: “Pentingnya Sholat 5 Waktu”.

Kegiatan diawali dengan melantuntuak Asmaul Husna bersama-sama, dan dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Ustadzah Musri, yang mengupas surat Al-Ankabut ayat 45, yang menegaskan bahwa sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. “Kalau masih suka bohong, malas belajar, atau hobi rebutan jajanan di kantin, coba dicek lagi sholatnya,” ucap beliau sambil berkelakar, membuat siswa-siswi tersenyum malu tapi manggut-manggut tanda setuju.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa kunci sukses dunia akhirat adalah sholat tepat waktu. Tidak hanya jadi rutinitas, sholat adalah pengatur disiplin hidup. “Orang sukses itu bukan cuma yang bisa ranking 1, tapi yang bisa ‘ranking tepat waktu’ dalam sholatnya,” tambahnya. Tak ketinggalan, beliau juga menyampaikan sebuah hadits riwayat At-Tirmidzi yang menjelaskan betapa berat konsekuensinya bagi orang yang meremehkan sholat, bahkan bisa menyeret pada dosa besar hingga kufur. “Bayangkan, kalau absen upacara saja sudah ditegur guru, apalagi absen sholat lima waktu?” ujar beliau sambil tersenyum.

Untuk menambah semangat, panitia menyelipkan kuis interaktif seputar materi. Pertanyaan seputar ayat Al-Qur’an dan hadits yang baru saja dibahas langsung dilempar ke siswa. Suasana pun menjadi semakin hidup, ada yang mengacungkan tangan tinggi-tinggi dengan penuh percaya diri, ada juga yang masih malu-malu tapi diam-diam berharap ditunjuk. Siswa yang berhasil menjawab benar diberikan hadiah kecil sebagai penyemangat. “Lumayan, dapat hadiah sekaligus pahala ilmu,” canda salah satu siswa yang sukses menjawab pertanyaan.

Selain siraman rohani, ada juga himbauan penting dari Humas Madrasah, Dhani. Pertama, siswa diingatkan untuk selalu berhati-hati terhadap orang asing ketika pulang sekolah. Jangan mudah percaya dengan tawaran apapun, baik berupa permen, tumpangan, atau janji Wi-Fi gratis. Kedua, seluruh siswa diajak menjaga kebersihan madrasah menjelang lomba UKS tingkat provinsi bulan November nanti. “Ingat, kebersihan itu sebagian dari iman, tapi juga bisa jadi bagian dari juara,” celetuk salah satu guru sambil memicu gelak tawa ringan.

Kepala Madrasah, dalam arahannya, menguatkan pesan tentang bahaya penculikan anak. Beliau mengingatkan bahwa kasus tersebut nyata dan bisa terjadi di mana saja. “Anak-anak, jangan pernah mau diajak orang yang tidak dikenal. Ingat, orang tua kalian menunggu kalian pulang dengan selamat, bukan dengan cerita yang bikin deg-degan,” tegasnya.

Beberapa kutipan menarik turut memperkuat jalannya acara:

Kepala Madrasah, “Madrasah bukan hanya tempat belajar membaca buku, tapi juga belajar membaca situasi agar anak-anak bisa menjaga diri dengan baik.”
Ustadzah Musri (Pemateri), “Sholat itu tiang agama. Kalau tiangnya roboh, jangan salahkan kalau ‘atap hidup’ kalian bocor di sana-sini.”
Guru Pendamping, “Semoga kegiatan ini bukan hanya jadi rutinitas, tapi benar-benar menempel di hati anak-anak.”
Salah satu siswa, Dhiva kelas 5, “Saya jadi paham kenapa sholat itu penting, apalagi ternyata bisa jadi kunci sukses. Mulai sekarang mau lebih rajin sholat tepat waktu.”

Di akhir kegiatan, seluruh warga madrasah berharap agar program Mutiara Pagi ini terus berjalan rutin, memberikan pencerahan, dan membentuk karakter siswa yang disiplin, berakhlak mulia, sekaligus siap berprestasi. Karena sejatinya, madrasah bukan hanya mendidik cerdas di kepala, tapi juga kuat di hati. (A.N.)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MIN 3 Metro Terima Kunjungan Tim Kesehatan Puskesmas Yosomulyo, Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Perdana untuk Siswa

“Ketika Panggung Menjadi Medan Juang: Siswa Kelas 6B Hidupkan Kembali Semangat 10 November!”