“Ketika Panggung Menjadi Medan Juang: Siswa Kelas 6B Hidupkan Kembali Semangat 10 November!”
Dari bendera merah-putih-biru hingga kembali merah-putih, semua tersaji dalam drama heroik yang bikin merinding sekaligus tersenyum.
BERITA KEGIATAN DRAMA INSPIRATIF MIN 3 METRO
Metro, Sabtu 15/11/2025 – Sabtu pagi yang semula teduh di MIN 3 Metro mendadak berubah menjadi arena sejarah hidup ketika siswa-siswi kelas 6B menampilkan Drama Inspiratif bertema “Peristiwa di Balik 10 November”. Drama ini dilaksanakan setelah kegiatan Mutiara Pagi, disaksikan oleh seluruh siswa kelas 1–6 yang memenuhi halaman madrasah bak penonton festival seni terbesar versi anak madrasah.
Dengan berkostum ala pejuang dan penjajah, siswa-siswi kelas 6B tampil dengan penuh percaya diri. Mereka membawakan kisah perjuangan rakyat Indonesia dari masa penjajahan hingga lahirnya keberanian di Surabaya pada 10 November 1945. Alur cerita dimulai dari gambaran getirnya masa kolonial, ketika penjajah datang dengan atribut kekuasaan dan mengibarkan bendera merah-putih-biru di tanah air sendiri, pemandangan yang membuat penonton kecil kelas 1 pun ikut mengernyit.
Pada babak kedua, drama menampilkan bagaimana masyarakat mulai bangkit melawan. Adegan rapat rahasia, penyusunan strategi, dan semangat pantang menyerah diperankan dengan ekspresi yang kadang heroik… kadang sedikit kaget akibat lupa dialog, hal yang justru membuat guru pendamping tersenyum bangga.
Memasuki babak ketiga, puncak cerita pun hadir: pertempuran dan pembelaan harga diri bangsa. Suara yel-yel perjuangan menggema, benderapun direbut kembali dari penjajah. Adegan berubah dramatis saat bendera merah-putih-biru diturunkan, lalu diganti dengan bendera merah putih, dan sontak seluruh penonton bertepuk tangan. Bahkan beberapa siswa kelas 1 terlihat berdiri paling depan, seperti ingin ikut berperang sungguhan.
Drama ditutup dengan adegan pembacaan pesan moral bahwa kemerdekaan tidak datang tiba-tiba, tetapi diperjuangkan oleh darah dan keberanian. Para pemain menyampaikan bahwa semangat 10 November harus dihidupkan, bukan hanya pada perayaan Hari Pahlawan, tetapi juga dalam sikap disiplin, belajar sungguh-sungguh, dan berbuat baik setiap hari.
Selama penampilan berlangsung, wali kelas 6B dan guru pendamping memberikan arahan, menjaga jalannya kegiatan, sekaligus menjadi “penolong cepat tanggap” ketika aksesoris si aktor tiba-tiba jatuh tertiup angin. Penonton pun tampak menikmati setiap adegan, terbukti dari tepuk tangan, sorakan kagum, hingga komentar polos dari siswa kecil yang berkata, “Kok penjajahnya serem tapi lucu ya, Bu,” ucap salah satu siswa kelas 1.
Kepala Madrasah, Siti Romlah yang juga turut menyaksikan adegan ini mengatakan, “Drama ini bukan hanya hiburan, tetapi juga pendidikan karakter. Kami bangga karena anak-anak mampu menghadirkan sejarah dengan cara yang kreatif dan bermakna,” ungkapnya.
Diwaktu yang sama, Wali Kelas 6B, Yesi Komalasari, mengungkapkan, “Anak-anak mempersiapkan drama ini dengan sungguh-sungguh. Meski ada rasa gugup, mereka tetap tampil maksimal. Inilah pembelajaran nyata tentang keberanian dan kerja sama,” terangnya.
Salah Satu Siswa Pemeran Drama: Aldi dkk, "Awalnya Deg-degan banget, tapi seru! Bagian paling saya suka adalah saat mengibarkan bendera merah putih. Rasanya seperti jadi pahlawan beneran," Tuturnya.
Madrasah berharap, kegiatan drama inspiratif seperti ini terus menjadi ruang kreatif bagi siswa untuk belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan. Semoga generasi muda MIN 3 Metro tumbuh menjadi pribadi yang berani, berakhlak, dan mencintai tanah air, karena perjuangan pahlawan bukan hanya dikenang, tetapi juga diwariskan dalam sikap dan tindakan. (A.N.)
Lihat albumnya klik link: Album 15/11/25
Publikasi: Tim Humas MIN 3 Metro
__________________________________________
Email: mintigametro@gmail.com
Facebook: @Min TigaMetro
Instagram: @min_3_metro
Web/Blog: @https://mintigametro.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar