Kegiatan "Mutiara Pagi" di MIN 3 Metro Dengan Tema: Indahnya Akhlak Rasulullah
Metro, Sabtu 13/9/2025 – Sabtu pagi di MIN 3 Metro terasa lebih semarak dari biasanya. Sejak matahari baru saja naik malu-malu di balik pepohonan halaman madrasah, para guru dan siswa sudah berderet rapi di lapangan utama untuk mengikuti kegiatan rutin “Mutiara Pagi.” Suasana keceriaan makin terasa ketika Bu Dwi Astuti, sang pembawa acara yang terkenal dengan suara merdunya dan celotehan ringan yang bikin senyum, membuka acara dengan sapaan hangat.
Beliau dengan penuh semangat mengajak seluruh siswa-siswi bertawasul dan melantunkan Asmaul Husna, sehingga udara pagi terasa penuh keberkahan, seolah-olah setiap huruf doa yang meluncur dari bibir anak-anak ikut berputar bersama angin yang menyapa.
Memasuki acara inti, tema kali ini sungguh istimewa: “Suasana Kelahiran Nabi Muhammad SAW.” Ustadzah Siti Zainap, yang selalu tampil kalem namun penuh kharisma, maju ke depan membawa materi tentang indahnya akhlak Rasulullah. Dengan gaya bercerita yang luwes dan sedikit bumbu humor yang membuat siswa-siswi tak berhenti tersenyum, beliau mengutip sabda Nabi, “Sesungguhnya aku diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Lalu beliau melanjutkan kisah terkenal tentang seorang pengemis buta di pasar Madinah. Setiap hari, si pengemis selalu mencaci-maki Nabi Muhammad SAW dan memperingatkan orang-orang agar tidak percaya kenabian beliau. Namun, alih-alih membalas, Rasulullah justru mendatanginya dan dengan kelembutan hatinya memberikan dua buah emas yang sangat indah yang belum pernah di terima oleh pengemis selama hidupnya.
“Bayangkan, anak-anak,” ujar Ustadzah Zainap sambil tersenyum, “kalau ada yang ngomel-ngomel ke kita setiap hari, apa kalian masih sanggup tersenyum dan membalas dengan kelembutan?” sontak anak-anak tertawa, sebagian menggelengkan kepala, namun matanya berbinar karena mulai memahami ketulusan akhlak sang Nabi.
Setelah sesi materi yang penuh hikmah sekaligus gelak tawa kecil itu, pembawa acara, Bu Dwi melanjutkan acara dengan pertanyaan dan kuis seru seputar kisah yang baru saja disampaikan. Anak-anak berebut mengangkat tangan, berlomba menunjukkan siapa yang paling cepat dan tepat menjawab. Ada yang berdiri dengan wajah percaya diri, ada pula yang menjawab sambil malu-malu, namun semuanya terlihat antusias. Suasana menjadi makin meriah ketika hadiah kecil berupa permen dan stiker karakter Islami dibagikan kepada para pemenang.
Sebelum kegiatan berakhir, Kepala Madrasah, Siti Romlah, mengungkapkan, “Mutiara Pagi ini bukan hanya tentang bermain atau mendengar cerita,” ujarnya, “tetapi juga belajar menanamkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Harapan kami, anak-anak MIN 3 Metro mampu menjadi pribadi yang santun, gemar berbagi, dan selalu menjaga lisan serta hati.”
Guru pendamping pun menambahkan dengan nada jenaka, “Kalau akhlaknya sudah seperti Rasulullah, insyaAllah PR juga akan cepat selesai tanpa perlu diingatkan orang tua!” yang disambut gelak tawa para siswa. Ustadzah Zainap sendiri berpesan, “Jadilah generasi yang tidak hanya pandai membaca buku, tetapi juga pandai membaca hati orang lain.”
Acara ditutup dengan pembiasaan baik yang sudah menjadi ciri khas MIN 3 Metro: seluruh siswa bersalaman dengan guru-guru sebelum kembali ke kelas. Pemandangan itu sungguh hangat; tangan-tangan mungil yang terulur dengan wajah polos penuh senyum, seolah menjadi penanda bahwa ajaran akhlak Rasulullah baru saja tumbuh satu helai lagi di hati mereka.
Madrasah berharap, dengan kebiasaan kecil seperti ini, para siswa kelak tumbuh menjadi anak-anak yang bukan hanya cerdas di kelas, tetapi juga lembut hatinya, santun bicaranya, dan mampu membawa kesejukan bagi keluarga, teman, dan lingkungannya. (A.N.)
Album foto: Kegiatan Sabtu

Komentar
Posting Komentar