Jumat Sehat MIN 3 Metro: Penuh Energi, Edukasi, dan Kreativitas Jelang Lomba UKS di Tingkat Provinsi
Metro, MIN 3 – Suasana cerah di Jumat pagi (26/9/2025) disambut dengan keceriaan di MIN 3 Metro. Bukan sekadar hari biasa, Jumat kali ini dipenuhi dengan rangkaian kegiatan sehat, edukatif, dan kreatif dalam program Jumat Sehat yang sekaligus menjadi ajang pemanasan jelang penilaian lomba UKS tingkat Provinsi. Siswa, guru, hingga kepala madrasah kompak berbaur dalam aktivitas yang tak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyehatkan lingkungan dan pikiran.
Kegiatan dimulai dengan senam irama di lapangan utama madrasah. Seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) bersama siswa berbaris rapi mengikuti gerakan instruktur, Musrifatul Khoiriyah dengan penuh semangat. Musik ceria mengiringi, membuat suasana semakin hidup. Beberapa guru bahkan terlihat berkompetisi tak resmi: siapa yang paling lentur gerakannya. Anak-anak bersorak melihat gurunya yang “salah gaya” namun tetap percaya diri. Tawa pun pecah, tapi keringat yang mengalir menjadi bukti semangat hidup sehat di madrasah ini.
Usai berkeringat, giliran anggota pokja juru pemantau rokok (jumarok) tampil bersama tim dokter kecil (dokcil). Mereka menayangkan poster-poster berwarna-warni berisi bahaya rokok bagi kesehatan. Salah satu siswa spontan berkomentar, “Ih, serem sekali paru-parunya kalau kena asap rokok.” Suasana yang awalnya riuh jadi hening penuh perhatian. Edukasi sederhana namun menghujam, membuat anak-anak semakin sadar betapa pentingnya menjaga diri dari asap rokok.
Tak lama kemudian, guru pendamping hadir membagikan susu murni kepada seluruh siswa. Gelas-gelas plastik kecil berpindah tangan dengan cepat, dan terdengar suara “sluurrrppp” serempak. Ada yang meminum dengan elegan, ada pula yang belepotan sampai kena seragam, tapi semua terlihat bahagia. “Rasanya enak dan bikin segar lagi,” ujar salah seorang siswa kelas 1 dengan wajah sumringah.
Program berlanjut ke penghijauan halaman belakang kelas. Siswa kelas 6A, 6B, dan 6C bersama anggota pokja toga (tanaman obat keluarga) membawa bibit tanaman obat. Mereka bekerja sama menanam, menyiram, dan merapikan tanah di belakang kelas 1. Sebelumnya, halaman belakang kantor dan ruang guru sudah lebih dulu dipenuhi tanaman obat seperti jahe, kunyit, hingga lidah buaya. Kini giliran area belakang kelas 1 yang ditransformasi menjadi taman mini yang asri.
Tak ketinggalan, guru Qur’an Hadits, Bu Ade, memimpin pemeriksaan kuku sebelum siswa memasuki ruang kelas. Satu per satu siswa diperiksa, dan yang kukunya masih panjang langsung mendapat “wejangan manis” dari ustazah. Siswa yang kukunya bersih langsung mendapat acungan jempol. “Kuku bersih itu bukan hanya rapi, tapi juga ibadah menjaga kebersihan,” tegas beliau.
Di sisi lain, kepala madrasah, Siti Romlah, didampingi PJ. UKS, turun langsung merawat tanaman. Mereka menyapu daun kering, menyiram tanaman, hingga menata pot agar terlihat rapi. “Kalau kepala madrasah saja ikut menyiram tanaman, masa siswanya kalah rajin?” celetuk seorang guru yang membuat suasana tambah hangat.
Sementara itu, ketua UKS, Nanang Ns., bersama para siswa menunjukkan kreativitas dengan memanfaatkan limbah plastik. Kemasan susu tadi pagi disulap menjadi sebuah piring bagian lingkar atas, dirangkai menjadi terlihat estetik (indah). Hasil karya itu akan dikkumpulkan dan dipamerkan di depan ruang UKS, menjadi bukti nyata bahwa sampah bisa diolah menjadi benda bermanfaat.
Menutup kegiatan, siswa-siswi pramuka berlatih serius menghadapi lomba. Dipandu oleh pelatih pramuka, Agus Holidin, mereka belajar PBB (Peraturan Baris Berbaris) dan untuk senam pramuka dilatih khusus oleh ahlinya yaitu guru PJOK, Musri. Meski beberapa masih salah langkah, latihan tetap berlangsung penuh semangat. “Ayo, kiri bukan kanan!” teriak pembina dengan nada setengah bercanda. Anak-anak pun tertawa, namun kembali fokus.
Dalam sambutannya, Kepala MIN 3 Metro menyampaikan, “Kegiatan Jumat Sehat ini bukan hanya agenda rutin, tetapi juga bukti nyata bahwa madrasah kita siap berkompetisi dalam lomba UKS tingkat Provinsi. Kami ingin menanamkan pola hidup sehat, disiplin, dan peduli lingkungan sejak dini kepada anak-anak.” terangnya.
Koordinator pokja jumarok, Merlin S., menambahkan, “Kami ingin siswa semakin paham betapa bahayanya rokok. Edukasi ini penting karena anak-anak adalah generasi penerus yang harus tumbuh sehat tanpa asap rokok.” tegasnya dengan suara cukup lantang.
Koordinator pokja toga, Jamsi, pun memberi semangat, “Setiap bibit tanaman yang ditanam siswa hari ini adalah investasi kesehatan di masa depan. Tanaman obat ini kelak bisa menjadi laboratorium hidup bagi anak-anak.” ungkap beliau.
Tak ketinggalan Ketua UKS mengatakan, “Melalui kerajinan dari limbah plastik, kami ingin mengajarkan bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara kreatif. Anak-anak belajar tidak hanya membuang sampah, tapi juga menyulapnya jadi karya bernilai.” ucapnya.
Salah seorang siswa kelas 6 dengan polos berkata, “Saya senang sekali ikut Jumat sehat. Senamnya seru, minum susunya enak, terus saya jadi tahu kalau merokok itu bahaya. Kalau besar nanti saya nggak mau merokok, mau nanam tanaman saja.” celetuknya sambil tersenyum.
Harapannya, kegiatan Jumat Sehat ini bukan sekadar program sesaat, melainkan menjadi budaya hidup sehat di lingkungan MIN 3 Metro. Dengan kombinasi olahraga, edukasi, penghijauan, hingga kreativitas, madrasah ini semakin percaya diri menyongsong lomba UKS tingkat Provinsi. Dan siapa tahu, dengan semangat yang terus terjaga, prestasi gemilang pun bisa diraih. (A.N.)
Cek rangkaian kegiatannya klik tautan berikut ini: Album Poto

Komentar
Posting Komentar