Guru MIN 3 Metro Sulap Limbah Plastik Jadi Kerajinan Bernilai Guna


Kota Metro, Selasa 23/9/2025 – Kreativitas guru MIN 3 Metro kembali patut diacungi jempol. Kali ini, mereka berinovasi memanfaatkan limbah gelas plastik kemasan susu murni yang biasanya hanya menjadi tumpukan sampah, disulap menjadi kerajinan tangan berupa piring plastik. Dengan sentuhan sederhana namun penuh ide, plastik bekas itu berubah menjadi barang yang tak hanya unik, tetapi juga bermanfaat.

Proses pembuatannya dilakukan dengan cermat. Bagian lingkaran gelas plastik dipotong lalu disusun dan digabungkan hingga membentuk piring yang kokoh. Sementara sisa potongan plastik yang tidak terpakai tidak dibiarkan sia-sia, melainkan dimanfaatkan kembali untuk membuat ecobrick. Botol bekas terlebih dahulu dicat dengan warna cerah, kemudian diisi dengan berbagai sampah plastik seperti sisa gelas susu, bungkus makanan ringan, hingga plastik sekali pakai lainnya. Hasilnya, sampah yang semula menjadi masalah lingkungan kini menjelma menjadi karya kreatif sekaligus solusi ramah lingkungan.

Inovasi ini sudah direncanakan jauh-jauh hati, hanya saja baru terlaksana pada pekan ini. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kesiapan MIN 3 Metro dalam menghadapi lomba UKS tingkat provinsi yang akan segera digelar. Dengan menunjukkan pengelolaan sampah yang kreatif dan terarah, pihak madrasah ingin menegaskan bahwa upaya menjaga kesehatan lingkungan sekolah tidak hanya sebatas kebersihan semata, tetapi juga menumbuhkan budaya 3R: reduce, reuse, recycle yang berkelanjutan.

Kepala MIN 3 Metro, Siti Romlah, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif para guru. “Langkah kecil ini adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap lingkungan. Jika dilakukan secara konsisten, selain mengurangi sampah plastik, juga bisa menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kreatif dalam mengolah barang bekas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua UKS MIN 3 Metro, Nanang Ns., menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program kesehatan lingkungan madrasah. “Kami di UKS selalu menekankan pentingnya menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat. Inovasi guru dalam mengolah limbah ini bukan hanya mendukung UKS, tetapi juga memberi contoh baik bagi siswa agar tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Salah satu anggota Pokja Bank Sampah MIN 3 Metro, Trisnawati, menilai kegiatan ini sebagai peluang untuk meningkatkan kesadaran sekaligus nilai tambah. “Sampah plastik yang biasanya tidak terkelola kini bisa masuk ke bank sampah dengan wujud yang lebih bernilai. Kalau gerakan ini terus berjalan, bukan tidak mungkin hasil kerajinan bisa dipamerkan atau bahkan dijual,” jelasnya.

Ke depan, pihak madrasah berharap kegiatan kreatif ini dapat dikembangkan lebih luas, melibatkan siswa secara aktif, hingga bisa menjadi program unggulan sekolah/madrasah berbasis lingkungan. Harapannya, MIN 3 Metro bukan hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi pionir dalam gerakan peduli lingkungan di tingkat madrasah. (A.N.)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MIN 3 Metro Terima Kunjungan Tim Kesehatan Puskesmas Yosomulyo, Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Perdana untuk Siswa

“Ketika Panggung Menjadi Medan Juang: Siswa Kelas 6B Hidupkan Kembali Semangat 10 November!”