Guru MIN 3 Metro Antusias Ikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MAN 1 Kampus 2 Metro
Kota Metro, Sabtu (30/8/2025) — Sebanyak 20 guru dari MIN 3 Metro dengan penuh semangat mengikuti kegiatan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan di Aula MAN 1 Kampus 2 Metro. Kegiatan ini berlangsung sehari penuh, mulai pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB, dan diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari guru MI, MTs negeri maupun swasta, perwakilan dari Kemenag Metro serta Panitia KBC.
Acara dibuka dengan penampilan tari tradisional oleh siswi MAN 1 Metro, yang menghadirkan suasana meriah sekaligus menjadi simbol kekayaan budaya bangsa. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh guru MIN 3 Metro, Ade Mutoharoh, yang menambah kekhusyukan acara. Doa bersama kemudian dipimpin oleh salah satu guru madrasah, memohon agar kegiatan ini senantiasa mendapat ridha Allah SWT.
Rangkaian acara pembukaan semakin khidmat dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Madrasah secara serentak oleh seluruh peserta. Suasana kebersamaan terasa begitu kuat, mencerminkan semangat cinta tanah air dan cinta madrasah.
Kepala MAN 1 Metro, Sarjono, menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta dan tamu undangan, termasuk Kanwil Kemenag, Kemenag Kota Metro, serta para guru MI-MTs negeri maupun swasta dan KKM. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah penting dalam menyongsong implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di seluruh madrasah.
Beliau juga menegaskan bahwa pendidikan berbasis cinta adalah jawaban atas tantangan zaman. “Kurikulum ini bukan sekadar mengajarkan ilmu, tetapi menanamkan cinta kepada Allah, cinta ilmu, cinta sesama, dan cinta lingkungan. Madrasah harus menjadi rumah yang penuh kasih dan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia,” tegasnya.
Kegiatan workshop kemudian dibuka secara resmi oleh Kasi Penmad Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, A.Rifa'i, Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak implementasi KBC di kelas. Menurutnya, guru harus mampu menjadikan pembelajaran bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga proses menumbuhkan kesadaran, rasa, dan cinta dalam diri peserta didik.
Hadir pula Deswin Fitra, mewakili Kepala Kemenag Kota Metro, Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep, landasan, serta implementasi KBC:
1. Konsep KBC: cinta kepada Allah, cinta ilmu, cinta sesama, dan cinta lingkungan.
2. Landasan Filosofis: Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 159, hadis Nabi, serta filsafat pendidikan nasional.
3. Landasan Regulasi: Pendidikan ramah anak dan penciptaan keseimbangan madrasah yang mendukung kesejahteraan.
4. Dasar Hukum: UU No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta PP No. 55 tentang Pendidikan Agama.
5. Prinsip dan Implementasi KBC: dijalankan melalui intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta penguatan budaya madrasah.
6. Peran Stakeholder: kolaborasi antara guru, madrasah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang penuh cinta.
7. Dampak yang Diharapkan: terbentuknya generasi yang religius, berkarakter, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Beliau menutup sambutannya dengan penegasan: “Kurikulum Berbasis Cinta adalah kebutuhan mendesak. Pendidikan bukan hanya sekadar ilmu, tetapi menanamkan nilai, rasa, dan cinta agar peserta didik tumbuh sebagai insan kamil yang berimbang.”
Workshop ini dibagi menjadi dua sesi utama dengan menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu Alamsyah dan Syahrul.
Sesi 1 – Alamsyah, menyampaikan materi mengenai ruang lingkup KBC yang mencakup intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta budaya madrasah. Ia memperkenalkan pola 555 sebagai strategi penerapan KBC dan menekankan pentingnya menghadirkan pelajaran yang menyentuh hati sehingga peserta didik dapat belajar dengan penuh kesadaran dan cinta.
Sesi 2 – Syahrul melanjutkan dengan materi tentang implementasi KBC di kelas melalui Panca Cinta. Ia menekankan bahwa KBC selaras dengan pembelajaran mendalam (deep learning), yang mengedepankan kesadaran, makna, dan kegembiraan.
Selain itu, Syahrul mengajak para guru agar tidak hanya diajak memahami teori, tetapi juga dipandu praktik langsung dalam penugasan membuat LKPD serta modul ajar/RPP berbasis KBC dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan AI.
Kegiatan workshop ditutup oleh Kasi Penmad Kota Metro, Bambang Sugeng, Sebelum penutupan, seluruh peserta diajak melakukan refleksi bersama dan berkomitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai KBC di madrasah masing-masing.
Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama, dilanjutkan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta sebagai wujud semangat baru dalam menghidupkan pendidikan berbasis cinta.
Kepala MIN 3 Metro, Siti Romlah, yang mendampingi Guru MIN 3 Metro pada workshop mengatakan, “Dengan terselenggaranya workshop ini, para guru, termasuk 20 guru MIN 3 Metro yang hadir, merasa mendapatkan bekal inspiratif dan praktis untuk membangun pembelajaran yang lebih berkesadaran, bermakna, menggembirakan, dan penuh cinta.” terang Kamad mengakhiri. (A.N.)
Cek juga poto/video KBC pada tautan berikut: Workshop KBC

Komentar
Posting Komentar