MIN 3 Metro Gelar Upacara dengan Khidmat, Tanamkan Pesan STOP PERUNDUNGAN: Wujudkan Madrasah Aman, Nyaman, dan Bebas Bullying


Kota Metro, Senin 2/11/2026 – Pelaksanaan upacara di lingkungan MIN 3 Metro berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh makna. Kegiatan rutin yang diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, serta tenaga kependidikan ini tidak hanya menjadi sarana menumbuhkan kedisiplinan dan rasa cinta tanah air, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menyampaikan pesan edukatif tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying).

Dalam amanatnya, pembina upacara yaitu Guru PJOK yang sering disapa Nano Freestyle mengangkat tema “STOP PERUNDUNGAN (BULLYING), Mari Wujudkan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Bebas dari Perundungan.” Pesan tersebut mengajak seluruh peserta didik untuk memahami bahwa perundungan, baik berupa tindakan fisik, ejekan, hinaan, pengucilan, maupun perkataan yang menyakiti perasaan orang lain, merupakan perilaku yang tidak dapat dibenarkan. Setiap siswa diharapkan mampu saling menghargai, menjaga ucapan dan perilaku, serta membangun hubungan pertemanan yang dilandasi rasa persaudaraan dan kepedulian.

Pembina upacara juga menegaskan bahwa menghentikan perundungan bukan hanya tanggung jawab guru atau pihak madrasah, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh warga madrasah. Para siswa diimbau untuk tidak melakukan perundungan, tidak ikut menertawakan atau mendukung tindakan tersebut, serta berani melaporkan kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan. Sebab, setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar, bermain, dan berkembang dalam suasana yang aman tanpa rasa takut maupun tekanan dari siapa pun.

Senada dengan pesan tersebut, Kepala MIN 3 Metro, Siti Romlah, menyampaikan bahwa madrasah harus menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. “Kami berkomitmen untuk terus membangun lingkungan madrasah yang ramah anak, menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati, toleransi, dan kepedulian. Tidak boleh ada ruang bagi tindakan perundungan di MIN 3 Metro. Mari kita tanamkan sejak dini bahwa setiap anak berhak dihargai, dilindungi, dan mendapatkan kesempatan untuk tumbuh serta belajar dengan bahagia,” ungkapnya.

Sementara itu, pembina upacara menyampaikan, “Saya berharap seluruh peserta didik benar-benar memahami bahwa perundungan bukanlah bentuk keberanian atau candaan, melainkan perilaku yang dapat melukai fisik maupun perasaan orang lain. Jadilah teman yang baik, saling membantu, tidak mengejek kekurangan teman, dan berani berkata tidak terhadap bullying. Ingat, satu tindakan kebaikan dapat membuat seseorang merasa dihargai dan diterima,” pesannya.

Melalui amanat upacara tersebut, MIN 3 Metro kembali menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai bagian dari proses pembelajaran. Semangat STOP PERUNDUNGAN diharapkan tidak berhenti sebagai pesan dalam upacara semata, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di luar madrasah. Dengan kebersamaan, kepedulian, dan komitmen seluruh warga madrasah, MIN 3 Metro terus berupaya menjadi lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, penuh persahabatan, serta bebas dari segala bentuk perundungan. (A.N.)


Dokumentasi & Publikasi:
Tim Humas MIN 3 Metro
__________________________________________
Email: mintigametro@gmail.com
Facebook: @Min TigaMetro
Instagram-Threads: @media_min3_metro
Web/Blog: @mintigametro.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelaksanaan Graduation Siswa Kelas VI di MIN 3 Metro Berlangsung Meriah dan Penuh Haru

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Kunjungi MIN 3 Metro, Tinjau Sarana dan Prasarana Madrasah