Sayonara Perjusa: HUT ke-65 Gerakan Pramuka di MIN 3 Metro Ditutup Penuh Semangat dan Kebersamaan
Salam Pramuka! 🏕️🔥⚜️
Satu tenda, satu regu, satu semangat, untuk generasi tangguh dan berkarakter!
Kota Metro, MIN 3 (Humas) — Rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka di MIN 3 Metro resmi ditutup melalui upacara penutupan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) yang berlangsung penuh khidmat dan semangat kebersamaan di bumi perkemahan MIN 3 Metro. Upacara tersebut diikuti oleh seluruh anggota Gugus Depan (Gudep), pembina, pelatih, serta peserta Perjusa sebagai puncak kegiatan pembinaan kepramukaan yang telah dilaksanakan selama rangkaian peringatan HUT Pramuka. Bertindak sebagai pembina upacara, Kamabigus MIN 3 Metro, yang memberikan amanat sekaligus apresiasi atas semangat dan kedisiplinan seluruh peserta selama mengikuti kegiatan.
Dalam amanatnya, Kamabigus, Siti Romlah, menegaskan bahwa kegiatan Perjusa bukan sekadar aktivitas berkemah, tetapi menjadi sarana pendidikan karakter yang mengajarkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, para peserta diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah, keluarga maupun masyarakat. Semangat yang tumbuh selama perkemahan diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan.
Usai amanat pembina upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penarikan sematan tanda peserta Perjusa sebagai simbol berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan perkemahan. Prosesi tersebut menjadi momen penuh makna bagi peserta karena menandai bahwa perjalanan Perjusa telah selesai setelah mereka mengikuti berbagai agenda, mulai dari kegiatan kepramukaan, permainan edukatif, pembinaan kedisiplinan, kebersamaan antarregu, hingga aktivitas yang menumbuhkan kemandirian. Dengan ditariknya tanda peserta, secara resmi kegiatan Perjusa di bumi perkemahan MIN 3 Metro dinyatakan berakhir.
Setelah prosesi penutupan, Kamabigus kembali menyampaikan pesan kepada seluruh peserta Perjusa agar pengalaman selama perkemahan tidak berhenti ketika tenda dibongkar dan kegiatan berakhir. “Jadikan Perjusa ini sebagai pengalaman yang membentuk karakter. Kedisiplinan, kekompakan, keberanian, tanggung jawab, dan sikap saling membantu yang kalian tunjukkan selama kegiatan harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah Pramuka yang bukan hanya terampil, tetapi juga berakhlak, mandiri, peduli, dan mampu menjadi teladan bagi teman-temannya,” pesan Kamabigus.
Hal senada disampaikan pembina yang mengapresiasi antusiasme seluruh peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan. “Kami melihat semangat yang luar biasa dari anak-anak. Mereka belajar bukan hanya dari materi kepramukaan, tetapi juga dari pengalaman langsung bagaimana bekerja dalam regu, menyelesaikan tantangan, menjaga kebersihan, serta bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing,” ungkap salah seorang pembina. Ia berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang terus dikenang sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi kepramukaan MIN 3 Metro.
Kemeriahan penutupan semakin terasa ketika panitia mengumumkan dan membagikan hadiah kepada para pemenang lomba yang telah mengikuti rangkaian kompetisi selama Perjusa. Pada Lomba Estafet Sedotan, Juara 1 diraih Regu Singa, Juara 2 Regu Lili, dan Juara 3 Regu Kobra. Sementara itu, pada Lomba Estafet Bola, Juara 1 diraih Regu Kobra, Juara 2 Regu Melati, dan Juara 3 Regu Garuda. Pemberian hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kekompakan, kecepatan, kreativitas, sportivitas, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan setiap regu.
Salah satu anggota regu pemenang mengungkapkan rasa bangga sekaligus senang dapat mengikuti seluruh rangkaian Perjusa. “Kami sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini dan berhasil menjadi juara. Yang paling penting bukan hanya hadiahnya, tetapi pengalaman bekerja sama dengan teman satu regu, saling membantu, dan tetap semangat sampai akhir. Semoga ke depan kami bisa mengikuti kegiatan Pramuka lagi dan meraih prestasi yang lebih baik,” tuturnya penuh antusias.
Usai upacara penutupan dan pengumuman pemenang lomba, seluruh anggota Gudep MIN 3 Metro bersama pembina dan pelatih segera melaksanakan pembongkaran tenda. Kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan membagi tugas kepada setiap regu, mulai dari melepas tali dan pasak, melipat terpal, merapikan perlengkapan, hingga mengembalikan peralatan ke tempat penyimpanan. Aktivitas tersebut menjadi pembelajaran nyata bahwa setiap kegiatan harus diakhiri dengan tanggung jawab dan kerapian.
Tidak hanya membongkar tenda, peserta juga bersama-sama melakukan bersih-bersih lingkungan bumi perkemahan MIN 3 Metro. Sampah dan berbagai perlengkapan yang tersisa dikumpulkan dan dirapikan sehingga lingkungan kembali bersih seperti semula. Semangat gotong royong yang ditunjukkan peserta menjadi penutup yang baik bagi kegiatan Perjusa sekaligus mencerminkan pengamalan nilai Dasa Darma Pramuka, khususnya kepedulian terhadap lingkungan dan kesediaan menolong sesama.
Sayonara Perjusa! Tawa, semangat, kebersamaan, perjuangan, dan berbagai pengalaman selama kegiatan menjadi kenangan yang akan melekat bagi seluruh peserta. Perkemahan boleh berakhir, tenda boleh dibongkar, dan tanda peserta boleh ditarik, tetapi semangat Pramuka harus tetap menyala. Dari bumi perkemahan MIN 3 Metro, seluruh peserta kembali membawa pelajaran berharga untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, tangguh, bertanggung jawab, serta siap mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar
Posting Komentar