Pengajian BKTM MIN 3 Metro: Menguatkan Kesadaran tentang Amal yang Terus Mengalir Setelah Kematian


Kota Metro, MIN 3 — Guru MIN 3 Metro kembali mengikuti kegiatan pengajian BKTM yang dilaksanakan di Masjid Al-Amin, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan keagamaan ini diikuti oleh para guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan, memperluas wawasan keislaman, serta menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.

Pengajian kali ini menghadirkan Ustadzah Endang Setiawati sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema penting dan menyentuh tentang amal yang pahalanya tetap mengalir kepada seseorang setelah meninggal dunia, sekaligus amalan yang dapat dilakukan oleh orang yang masih hidup untuk mendoakan dan memberikan manfaat bagi orang yang telah wafat.

Ustadzah Endang menjelaskan bahwa terdapat beberapa amal yang manfaat dan pahalanya dapat terus mengalir setelah seseorang meninggal dunia. Pertama, sedekah jariyah, yaitu segala bentuk pemberian yang manfaatnya terus dirasakan oleh banyak orang, seperti wakaf bangunan, sumur air, masjid, madrasah, maupun fasilitas umum lainnya. Selama manfaat tersebut digunakan untuk kebaikan, pahala dari amal itu diharapkan terus mengalir kepada orang yang mengerjakannya.

Kedua, ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang diajarkan kepada orang lain dan kemudian diamalkan serta diajarkan kembali menjadi salah satu bentuk investasi kebaikan yang memiliki nilai panjang. Karena itu, para pendidik memiliki peran strategis dalam menanamkan ilmu, akhlak, dan nilai-nilai kebaikan kepada peserta didik agar ilmu tersebut terus memberi manfaat bagi kehidupan.

Ketiga, anak saleh yang mendoakan orang tuanya. Doa tulus dari anak yang berbakti menjadi salah satu bentuk kebaikan yang sangat berarti bagi orang tua yang telah meninggal dunia. Karena itu, orang tua tidak hanya memiliki tanggung jawab memenuhi kebutuhan anak secara lahiriah, tetapi juga mendidik mereka menjadi generasi yang beriman, berakhlak, dan senantiasa mendoakan kedua orang tuanya.

Selain membahas amal yang terus mengalir, Ustadzah Endang juga mengingatkan bahwa orang yang masih hidup dapat melakukan berbagai bentuk kebaikan dengan niat menghadiahkan pahalanya bagi orang yang telah meninggal. Di antaranya adalah memperbanyak doa dan istigfar, memohonkan ampunan, rahmat, kelapangan di alam kubur, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT. Doa tersebut menjadi bentuk bakti yang dapat terus dilakukan, khususnya oleh anak kepada kedua orang tuanya.

Amalan lainnya antara lain bersedekah, memberi makan anak yatim, membagikan Al-Qur'an, serta melakukan berbagai amal kebajikan dengan niat menghadiahkan pahala untuk almarhum. Selain itu, terdapat pula wakaf jariyah, seperti pembangunan masjid, madrasah, sumur, atau fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat. Selama fasilitas tersebut digunakan untuk kebaikan, manfaatnya menjadi bagian dari amal yang terus dikenang dan diharapkan mendatangkan pahala.

Ustadzah Endang juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan tanggungan orang yang telah meninggal, termasuk membantu melunasi utang dan menyelesaikan kewajiban tertentu sesuai ketentuan syariat, seperti fidyah atau kewajiban ibadah yang memiliki ketentuan pengganti. Tidak kalah penting, keluarga yang ditinggalkan dianjurkan untuk menyambung silaturahmi dengan kerabat, sahabat, maupun orang-orang yang memiliki hubungan baik dengan almarhum semasa hidupnya. Menjaga hubungan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus melanjutkan kebaikan yang pernah dibangun.

Kepala MIN 3 Metro, Siti Romlah, menyampaikan bahwa pengajian BKTM memiliki nilai penting bagi keluarga besar madrasah karena tidak hanya menjadi ruang untuk menambah pengetahuan agama, tetapi juga momentum untuk melakukan introspeksi diri. “Pengajian seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kehidupan dunia adalah sementara. Sebagai pendidik, kita harus terus memperbanyak amal kebaikan, memberikan ilmu yang bermanfaat, serta mempersiapkan generasi yang saleh agar kelak menjadi penerus kebaikan dan doa bagi orang tua maupun guru-gurunya,” ungkapnya.

Salah seorang guru MIN 3 Metro, Lidia, menyampaikan kesan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Tausiyah hari ini mengingatkan kami untuk tidak hanya mengejar keberhasilan di dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian. Semoga ilmu yang kami dapatkan dapat diamalkan dan menjadi pengingat untuk terus berbuat baik,” tuturnya.

Di akhir tausiyah, jamaah diajak untuk memahami bahwa kecerdasan sejati bukan semata-mata diukur dari tingginya gelar pendidikan, luasnya pengetahuan, atau besarnya kemampuan intelektual. Orang yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kematian. Pesan tersebut menjadi renungan bagi seluruh peserta agar senantiasa memperbaiki amal, memperbanyak kebaikan, menjaga silaturahmi, serta meninggalkan jejak manfaat yang dapat terus dirasakan oleh sesama.

Melalui pengajian BKTM ini, keluarga besar MIN 3 Metro diharapkan semakin memiliki kesadaran untuk menjadikan setiap aktivitas kehidupan sebagai ladang amal. Ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, doa anak saleh, serta berbagai kebaikan yang diwariskan kepada sesama merupakan bekal berharga yang diharapkan terus mengalir bahkan ketika kehidupan di dunia telah berakhir. (A.N.)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelaksanaan Graduation Siswa Kelas VI di MIN 3 Metro Berlangsung Meriah dan Penuh Haru

Rapat Rutin Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kota Metro: Menjalin Silaturahmi dan Meningkatkan Soliditas Antaranggota