Kepala Kemenag Kota Metro Buka Pembinaan ASN dan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 3 Metro
Metro, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Metro, Abdul Haris, membuka kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Metro, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan MIN 3 Metro sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalitas ASN sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah.
Kegiatan yang dipusatkan di MIN 3 Metro ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan penguatan kapasitas aparatur dengan peningkatan mutu pendidikan. Melalui pembinaan ASN, peserta mendapatkan penguatan terkait kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas. Sementara melalui Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, para pendidik diarahkan untuk mengembangkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, penghargaan, dan pembentukan karakter peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Haris sekaligus meresmikan penggunaan Musala Darul Ilmi MIN 3 Metro. Peresmian ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan karena keberadaan musala diharapkan dapat memberikan dukungan nyata terhadap pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik. Musala tidak hanya difungsikan sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan yang menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Abdul Haris menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pembinaan ASN dan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas pembelajaran. ASN yang profesional dan berintegritas akan menjadi salah satu faktor penting dalam menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
“Musala ini hendaknya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik,” ujar Abdul Haris. Ia berharap Musala Darul Ilmi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga madrasah untuk kegiatan ibadah, pembiasaan keagamaan, pembinaan akhlak, serta berbagai aktivitas positif lainnya yang mendukung tumbuhnya generasi berkarakter.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kota Metro, Kasimun, memberikan pengarahan dalam sesi pembinaan ASN. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, dan peningkatan kinerja sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalitas aparatur. ASN di lingkungan madrasah diharapkan mampu menjalankan tugas secara optimal sekaligus memberikan pelayanan yang responsif dan berkualitas kepada peserta didik, orang tua, serta masyarakat.
Kasimun juga mengingatkan bahwa tugas ASN tidak sebatas menyelesaikan pekerjaan administratif. Lebih dari itu, ASN di madrasah memiliki peran strategis sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Karena itu, sikap disiplin, etos kerja, integritas, serta komitmen terhadap pelayanan harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Pada sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta yang diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan MIN 3 Metro. Workshop ini menjadi ruang penguatan pemahaman bagi para guru untuk mengimplementasikan pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan karakter peserta didik. Nilai cinta, kasih sayang, kepedulian, penghargaan, dan keteladanan diharapkan dapat hadir dalam interaksi antara guru dan peserta didik maupun dalam budaya madrasah secara keseluruhan.
Kepala MIN 3 Metro, Siti Romlah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan penguatan penting bagi seluruh warga madrasah, baik dalam aspek profesionalitas ASN maupun dalam pelaksanaan pembelajaran. Menurutnya, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta membutuhkan komitmen bersama agar nilai-nilai cinta dan kepedulian tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar diwujudkan dalam proses pendidikan.
“Kami berharap pembinaan ASN dan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta ini dapat menjadi penguat komitmen seluruh guru dan tenaga kependidikan MIN 3 Metro untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembelajaran. Dengan mengedepankan nilai cinta, kasih sayang, keteladanan, dan kepedulian, kami ingin menciptakan madrasah yang tidak hanya mencetak peserta didik berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki karakter yang kuat,” ungkap Siti Romlah.
Rangkaian kegiatan pembinaan ASN, Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, serta peresmian Musala Darul Ilmi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MIN 3 Metro dalam membangun ekosistem pendidikan yang seimbang antara profesionalitas, prestasi, spiritualitas, dan karakter. Melalui kegiatan ini, madrasah diharapkan semakin mampu menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu sekaligus membangun lingkungan belajar yang aman, religius, humanis, dan penuh kepedulian.
Dengan demikian, kegiatan yang berlangsung di MIN 3 Metro tidak sekadar menjadi agenda pembinaan aparatur dan workshop kurikulum, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara peningkatan kualitas ASN, transformasi pembelajaran, dan penguatan kehidupan keagamaan di madrasah. Semangat tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai cinta dan kemanusiaan.
Publikasi: Humas Kemenag Metro
Editor berita: Humas MIN 3 Metro
Tonton juga Videonya melalui link berikut: YOUTUBE



Komentar
Posting Komentar