Guru MIN 3 Metro Ikuti Training of Trainer SPAB MDMC Kota Metro

MIN 3 Metro — Sekolah Tangguh, Generasi Tangguh, Madrasah Siap Hadapi Bencana!

Kota Metro, 9 Agustus 2026 — Komitmen mewujudkan satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana terus diperkuat oleh MIN 3 Metro. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui keikutsertaan guru MIN 3 Metro dalam Training of Trainer (ToT) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diselenggarakan oleh MDMC Kota Metro pada 6–9 Agustus 2026. Kegiatan ini mengusung semangat “Sekolah Tangguh, Generasi Tangguh”, sebagai upaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak lingkungan pendidikan.

Kegiatan ToT SPAB menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kapasitas dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di lingkungan madrasah. Tidak hanya memahami konsep kebencanaan, peserta juga diarahkan untuk mampu melakukan identifikasi ancaman, mengenali kerentanan, memetakan risiko, serta menyusun langkah mitigasi dan kesiapsiagaan yang sesuai dengan kondisi satuan pendidikan.

Keikutsertaan guru MIN 3 Metro dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam memperkuat sistem perlindungan dan keselamatan warga madrasah. Lingkungan sekolah bukan hanya dituntut menjadi tempat belajar yang nyaman, tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman kepada peserta didik, guru, dan seluruh tenaga kependidikan dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi dan pengalaman praktis terkait SPAB, mulai dari pengenalan ancaman bencana, analisis kerentanan dan risiko, fasilitas satuan pendidikan yang aman, hingga penyusunan strategi kesiapsiagaan dan respons bencana. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi guru untuk meneruskan pengetahuan kepada warga madrasah melalui edukasi, simulasi, latihan evakuasi, serta berbagai program pengurangan risiko bencana.

Kepala MIN 3 Metro, Siti Romlah, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan guru dalam kegiatan ToT SPAB tersebut. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana merupakan bagian penting dari upaya memberikan perlindungan terbaik kepada peserta didik dan seluruh warga madrasah. “Kami berharap guru yang mengikuti Training of Trainer SPAB dapat menjadi penggerak di madrasah. Pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan ditularkan kepada guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta seluruh warga madrasah sehingga MIN 3 Metro semakin siap, aman, dan tangguh menghadapi berbagai kemungkinan bencana,” ungkapnya.

Bagi guru peserta, pelatihan ini memberikan pengalaman berharga sekaligus membuka kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana harus dibangun secara bersama-sama dan dilakukan sejak dini. “Mengikuti ToT SPAB memberikan pemahaman bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tentang bagaimana bertindak ketika bencana terjadi, tetapi juga bagaimana mengenali risiko, mencegah dampaknya, dan mempersiapkan warga madrasah agar mampu menyelamatkan diri dengan tepat. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat kami implementasikan dan dibagikan kepada seluruh warga MIN 3 Metro,” ujar Antoni, salah satu guru yang menjadi peserta ToT SPAB.

Lebih jauh, keikutsertaan dalam ToT SPAB diharapkan menjadi langkah awal bagi MIN 3 Metro untuk mengembangkan budaya sekolah aman bencana secara berkelanjutan. Hasil pelatihan dapat ditindaklanjuti melalui pembentukan atau penguatan tim siaga bencana madrasah, penyusunan prosedur operasional kedaruratan, pemetaan jalur evakuasi dan titik kumpul, edukasi kebencanaan bagi peserta didik, hingga pelaksanaan simulasi secara berkala. Dengan demikian, kesiapsiagaan tidak sekadar menjadi program, tetapi menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan madrasah.

Melalui semangat “Sekolah Tangguh, Generasi Tangguh”, MIN 3 Metro berkomitmen menjadikan pendidikan kebencanaan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik yang peduli, disiplin, sigap, dan bertanggung jawab. Guru yang terlatih diharapkan menjadi agen perubahan dalam membangun satuan pendidikan yang lebih aman dan siap menghadapi risiko. Sebab, sekolah yang tangguh bukan hanya mampu bertahan ketika bencana datang, tetapi juga mampu mendidik generasi yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan keberanian untuk menghadapi setiap tantangan dengan kesiapsiagaan. (A.N.)

Tonton videonya, klik tautan berikut: YOUTUBE
Berita serupa: IG atau FB


#MIN3Metro #SPAB #SatuanPendidikanAmanBencana #MDMCKotaMetro #TrainingOfTrainer #SekolahTangguh #GenerasiTangguh #MadrasahTangguh #MitigasiBencana #KesiapsiagaanBencana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelaksanaan Graduation Siswa Kelas VI di MIN 3 Metro Berlangsung Meriah dan Penuh Haru

Rapat Rutin Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kota Metro: Menjalin Silaturahmi dan Meningkatkan Soliditas Antaranggota