Pelaksanaan Mutiara Pagi di MIN 3 Metro: Menanamkan Nilai Berbakti kepada Orang Tua Sejak Dini
Berbakti kepada Orang Tua adalah Jalan Menuju Ridha Allah
Kota Metro, Sabtu 18/7/2026 – Pekan pertama Ajaran Baru di MIN 3 Metro kembali menggelar Kegiatan Mutiara Pagi pada Sabtu pagi sebagai salah satu program pembiasaan karakter religius peserta didik. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan tenaga kependidikan ini diawali dengan murojaah hafalan Al-Qur'an secara bersama-sama untuk menguatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur'an. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti tawasul dan melantunkan Asmaul Husna dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum memulai rangkaian kegiatan inti. Suasana yang khidmat dan penuh semangat mencerminkan komitmen madrasah dalam membentuk generasi yang berakhlakul karimah.
Memasuki acara inti, Kepala MIN 3 Metro, Siti Romlah, memberikan tausiyah inspiratif, bertema: "Berbakti kepada Orang Tua". Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh siswa untuk senantiasa menghormati, menaati, membantu, serta mendoakan kedua orang tua sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh ridha Allah yang diperoleh melalui ridha kedua orang tua. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana, diselingi kisah inspiratif dan contoh-contoh nyata sehingga mudah dipahami dan menyentuh hati para siswa.
Agar materi semakin dipahami, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan maupun menyampaikan pengalaman mereka dalam membantu orang tua di rumah. Di akhir kegiatan, seluruh siswa melaksanakan tradisi bersalaman dengan dewan guru sebagai salah satu pembiasaan positif yang terus diterapkan di MIN 3 Metro untuk menanamkan sikap hormat, santun, serta mempererat hubungan antara guru dan peserta didik. Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh kehangatan, dan ditutup dengan doa bersama.
"Kesuksesan seorang anak tidak hanya diukur dari prestasi akademiknya, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu membahagiakan dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ridha Allah berawal dari ridha orang tua," Tambah Kamad.
Koordinator Mutiara pagi, Ade Chandra, mengungkapkan, "Kegiatan Mutiara Pagi menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Materi yang disampaikan hari ini sangat relevan agar anak-anak semakin menghargai pengorbanan orang tua dan membiasakan perilaku santun di rumah maupun di madrasah." Ujarnya.
Salah Satu Siswa kelas 6 mangatakan, "Saya jadi lebih memahami bahwa membantu orang tua, berbicara dengan sopan, dan selalu mendoakan mereka adalah bentuk bakti yang harus saya lakukan setiap hari. Insya Allah saya akan berusaha menjadi anak yang lebih baik."
Melalui kegiatan Mutiara Pagi bertema "Berbakti kepada Orang Tua", siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pentingnya menghormati ayah dan ibu, tetapi juga terdorong untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan religius yang dipadukan dengan pendidikan karakter ini diharapkan mampu membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, memiliki rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat. (A.N.)
Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia, dan Berakhlakul Karimah.

Komentar
Posting Komentar